Jumat, 25 April 2014

Berkunjung ke Monumen Kapal Selam Surabaya

Jika anda suatu waktu datang ke Surabaya untuk berlibur dan menikmati dinamisnya kota Surabaya maka ada salah satu objek wisata murah meriah, edukatif dan mudah dijangkau dari pusat kota yang sangat worthed  untuk dikunjungi yaitu Monumen Kapal Selam Surabaya. 

Gerbang depan monumen kapal selam


Sejarah awal

Kapal selam yang menjadi monumen ini adalah aslinya bernama KRI Pasopati dengan nomor urut 410, kepala nomor 4 adalah nomor khusus untuk satuan kapal selam (satsel), kapal selam ini masuk kepada kapal selam kelas whiskey buatan Uni Soviet, pada masanya kapal selam ini didatangkan untuk mendukung operasi trikora, memperebutkan pulau Irian Jaya atau sekarang Papua dengan Belanda. pada masanya kapal selam ini didatangkan dengan jumlah cukup banyak, mencapai 14 kapal selam, 12 unit untuk beroperasi tempur dan 2 unit sisanya sebagai sumber suku cadang untuk dikanibal. Selain untuk mendukung operasi trikora dengan cara menyusupkan pasukan RPKAD (Kopasus) kapal selam kelas whiskey ini juga ikut mendukung operasi dwikora di selat malaka dan juga ada dua kapal selam yang ditugaskan ke Pakistan pada saat perang antara India-Pakistan terjadi pertengahan dekade 60an tujuannya bukan untuk perang tapi untuk latihan dengan AL Pakistan. 

Namun sayang kejayaan kapal selam kelas whiskey berakhir setelah terjadinya pemberontakan G30S/PKI, suku cadang dan torpedo di embargo Uni Soviet, begitu juga dengan alat perang di AD dan AU yang made in Uni Soviet kena imbasnya. terakhir kali kapal selam kelas whiskey berdinas pada pertengahan dekade 80an itu pun cuma tersisa hanya satu unit, 13 sisanya habis di scrap dan dijadikan kanibal suku cadang. yang sisa satu inilah yang kemudian diabadikan menjadi monumen di pusat kota surabaya. 
Monumen KRI Pasopati 410 

Kebetulan pas saya berkunjung ke monumen ini, ada sekelompok anak SD yang sedang melakukan study tour, jadi bisa dengerin pemandu nya menjelaskan sejarah monumen kapal selam ini deh dengan gratis :D. monumen kapal selam surabaya diresmikan pada tanggal 27 Juni 1998 oleh Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Arief Kushariadi. kapal selam ini dibawa dari pangkalan angkatan laut dengan cara dipotong potong dibawa dengan truk gede lalu dirakit lagi menjadi utuh.
Add caption

Oh iya untuk masuk ke dalam kapal selam anda cukup membeli karcis masuk sekitar 5 ribu/6 ribu lupa lagi :p, tidak usah pusing akan kepanasan di dalam karena di dalam sudah duinginnnnn karena sudah dipasang AC :). pertama masuk anda akan berada di ruang torpedo haluan dengan 4 tabung torpedo bahkan di sini terdapat torpedo asli yang terbaring.
4 tabung torpedo di haluan ukuran 533 mm


 
Torpedo yang terbaring 
Selain untuk ruang torpedo ruangan ini juga bisa dipakai untuk istirahat kru saat sedang tidak berdinas, tapi gak kebayang kalo tidur bareng sama torpedo yang rawan meleduk ngeri juga :( 

setelah dari ruang terpedo sekarang kita akan menemui ruang istirahat perwira 


Ruang pribadi kapten kapal selam

Setelah ruangan perwira, ada ruang kendali tempur di sini lah jantung kapal selam sebenarnya. di sini kita bisa menemukan dan mencoba periskop kapal selam, sayang periskopnya gak bisa ngelihat apa-apa :(

numpang mejeng :p gaya ala kapten KS yang sedang mengincar mangsa :D
Sudut lain di ruang tempur





Okay di belakang ruang tempur ada ruang awak dan dapur untuk memasak dan ada satu ruangan lagi entah itu ruang untuk operator sonar lupa lagi gak difoto euy



yak lanjut lagi setelah dapur, ada ruang mesin diesel. mesin diesel ini dipakai ketika kapal sedang melaju di permukaan laut sambil mencharge baterai kapal selam atau bisa juga sambil menyelam tapi pakai snorkel alias belalai udara buat knalpot kapal selamnya gak kemasukan air :p


ada ayah saya ngikut eksis di samping mesin diesel KRI Pasopati :D




Nah ini adalah ruang baterai atau bisa disebut juga aki (accu) tapi ukurannya gede dan bisa membuat kapal selam menyelam berburu kapal permukaan selama berhari-hari. 

dan terakhir sebelum keluar dari kapal selam ada ruang torpedo buritan 

dari ruang torpedo haluan sampai buritan gak nemu WC Kapal Selam dan ternyata kapal selam ini gak dilengkapi WC jadi untuk awak yang bertugas bisa gak mandi berhari-hari dan menahan buang hajat saat kapal menyelam baru saat kapal naik ke permukaan bisa dilakukan. 
di dalam kapal selam ini ada satu hal yg membuat keki :p karena antar kompartemen kapal beberapa memakai pintu kedap air yang berbentuk lingkaran itu membuat saya kesulitan buat pindah ke ruangan lain sampai jongkok jongkok karena ukuran tubuh saya yang XL kwkwkwkwkwkwkkwkw

selesai dari dalam kapal selam bisa duduk duduk di luar atau foto-foto lagi :p 


Sisi kiri kapal selam


sisi kanan kapal selam ada tempat bermain buat anak kecil

atau sambil duduk di sebelah kanan dari kapal selam, menikmati dinamisnya lalu lalang kendaraan dan sungai kalimas yang berwarna bajigur tapi gak ada sampahnya :D



Alamat monkasel: Jalan Pemuda 39, Surabaya
Untuk menuju ke lokasi monkasel dari stasiun gubeng cukup berjalan kaki ke arah barat sekitar 300 meteran :) atau jika anda dari tempat lain di surabaya kalo gak naik kendaraan umum ya naik taksi aja hehehe tapi saya sarankan taksi nya Blue Birds  aja yak dijamin tanpa tipu-tipu dan sampai tujuan dengan harga yang wajar :D (trauma pernah di troll oknum taksi lain -_- )  

Yak sekian dulu dari saya sampai jumpa di postingan selanjutnya :)











1 komentar:

  1. Sholeh BD.Kng gk kok gk ad liputan gambar prjalanan dr rumah dlu,tau2 dh dsurabaya?

    BalasHapus